Feeds:
Posts
Comments

kami berjumpa lagi.

yah, hanya segelintir saja sih. reni, yusri, uci, besty, lola, gee, wiwied dan femi. ada juga sih yang janji mau dateng, tapi kok malah ngabur ke puncak. *hayoo, siapa hayooo … ngakuuu … wakakakak …*

untungnya, reni, femi dan gee dihitung masing-masing 10. jadi kalau dihitung total, pertemuan mini di burger king hari ini dihadiri oleh 35 orang. seru kan? ditanggung rugi deh nggak dateng ke pesta kentang hari ini.

yang lebih seru lagi, kami pesta french fries se-nampan di burger king. :) siapa yah yang paling banyak ngabisin kentang? wah, kalo ini mah tanya besty aja deh.

)

tuh kan, buanyak banget kentangnya ... :)

wah, kok jadi ngomongin pesta kentang.

yah, pertemuan setengah hari ini sesungguhnya tak seseru biasanya yang dihadiri lebih dari sepuluh kepala. tapi, bagaimanapun juga, so thanks buat yang sudah menyempatkan hadir. yang tidak sempat datang, yah, lain waktu semoga bisa ikut meramaikan acara pesta kentang ini. *halah, lagi-lagi ngomongin kentang*

perbincangan kali ini (masih) seputar reuni 2009. hanya saja, sudah lebih mengerucut. jadi, yang perlu disurvei hanya soal penginapan dan konsumsi saja. selebihnya, sudah done.

pembicaraan agak alot sih. bahkan sempat diwarnai deadlock. *kayak anggota dewan aja ya* untungnya, kita semua bisa menyelesaikannya bersama-sama, dengan baik-baik. tanya deh sama besty dan reni. keduanya bahkan sempat adu engkol (kekuatan tangan) saking keukeuhnya mempertahankan argumennya masing-masing. *fitnah ding …*

bagaimana hasilnya?  eits, tunggu jeng reni posting kabar di milis yah. yang jelas, PANTANG MUNDUR TEMU KANGEN 2009. Oyeee …

Jalan Ireda

Di sepanjang jalan ini, memori tercecer

Di sepanjang jalan ini, memori tercecer

salah satu yang khas dari jalanan di jogjakarta adalah pembubuhan huruf jawa pada setiap plang nama jalan. lihat saja nama jalan ireda ini. di bawahnya, tak ketinggalan penterjemahan dalam huruf jawa.

yaps, jalan ini meninggalkan begitu banyak kenangan buat kita semua. mau lewat jalan kolonel sugiono maupun brigjen katamso, akan menjumpai dua plang nama jalan ini. selebihnya, ya dari gang-gang sempit.

yang ajaib yang mengantarkan kita ke sekolah saban hari.

wah, dahsyat bener stamaers ini. bener-bener deh.

jadi awalnya, begini.

dibikinlah pengumuman hasil kasak-kusuk kanan-kiri dengan para tetangga dan tetanggi di jogja. disepakatilah perjumpaan bakal dilakukan pada 19 oktober ini di ambarukkmo plaza jam 12 siang tit.

wah, yang dijakarta seperti nggak mau kalah. bukan cuma kasak-kusuk. tapi juga bengak-bengok (biar suaranya nggak kalah dengan metromini dan bus patas). hasilnya, ya dibikinlah pertemuan dengan teman-teman jakarta di hari dan jam yang sama. tujuannya, biar bisa conference. *usulan anggie*

eh, yang jogja batal!!

karena maunya conference, maka akhirnya yang jakarta pun membebek. dibikin di hari dan jam yang sama pula, hanya saja mundur satu minggu, pada 26 oktober ini.

duh, kompak bener.

oops! psotingan besty di milis membuat saya juga terbahak. di sana, subject-nya: kejahatan di sekolah (was: ketemu tini)

buat tini, maabs banget. itu memang seperti mengindikasikan kejahatan sekolah yang dilakukan oleh tini. atau, tini sama dengan kejahatan sekolah. atau, tini sering bikin kejahatan. wah, tin, enggak bermaksut menjelaskan apa yang sesungguhnya terjadi lo. huahahahaha … :D

mencoba membikin daftar kejahatan *duh, istilahnya* semasa sekolah dulu, akhirnya terkumpul juga.

  1. tenny nggodain guru-guru, sampe naikin kakinya di kursi untuk menunjukkan kempolnya sama guru bahasa indonesia yang baru
  2. yoyok dan yani suka malak anak-anak buat ongkos pulang naik kobutri
  3. itha juara manjat buat bikin dekor *sakti bener lo ta*
  4. tenny juara ngangkang kalau duduk
  5. tenny makan di kelas pas jam pelajaran pertama, sambil jongkok di balik kursi
  6. novi juara naek-naek
  7. jinjing pembalap abis sama rika
  8. femi dan lola mbolos sekolah. abis lomba, bukannya balik ke sekolah malah jalan-jalan
  9. besty juga jahat *abisnya ga ngaku jahatnya apa*
  10. renny juara tidur di kelas

ada yang mau nambahin? weh. pasti superpanjang nih comment-nya.

Sate Sapi Lapangan Karang
Lapangan Karang, Jl. Nyi Pembayun, Kotagede, Yogyakarta
Buka: 17.00-22.30

kotagede!

ada salah satu makanan yang harus dicoba jika ada di kotagede. yaitu, sate sapi. letaknya ada di lapangan karang, kotagede. hanya saja, nggak ada pilihan menu makanan selain sate sapi. jadi ya kalau pesan ya hanya sate sapi saja. tinggal sebutkan berapa porsi yang mau dipesan. dengan sigap, beberapa pekerja dengan berseragam merah tua akan meracikkan sate sapi bersama dengan pasangannya, yaitu jangan dodol.

sapi ini memang berbeda dengan sate kebanyakan, baik dalam rasa maupun penampilannya. seporsi isinya sepuluh tusuk sate sapi, yang dipotong sebesar ruas jari orang dewasa, disuguhkan dengan bumbu kacang. dulunya Karyo Semito, pendiri Sate Karang, membuat dengan bumbu kocor, semacam bumbu cair yang digunakan untuk bumbu tahu guling. Bumbu ini terdiri dari cabe, daun salam, bawang merah, dan gula jawa. tapi dalam perjalanannya, bumbu kocor ini tak terlalu dikenal orang. Ia pun mengadaptasinya dengan bumbu kacang, seperti bumbu sate ayam.

saat digigit, daging sapi tak terasa alot. yang ada adalah empuk dengan bumbu yang meresap hingga ke bagian dalam. padahal, nyaris nggak ada yang istimewa dari bumbu yang digunakan untuk menciptakan cita rasa sate sapi ini. yaitu, ketumbar, bawang merah, garam, daun jeruk, dan gula merah. sedangkan bumbu kacangnya terdiri dari kacang, terasi, dan bawang putih. toh, tetap saja: rasanya naknan alias enak tenan.

daging sapinya cenderung kenyal, dengan warna cokelat kehitaman. topping bumbu kacangnya tebal dengan butiran kacang yang agak kasar. bumbu kacang yang masih menyisakan butiran-butiran ini menimbulkan sensasi tersendiri di lidah. tanpa dimakan dengan lontong pun, tekstur sate sapi ini gurih, sedikit manis, dan empuk.

sate ini bakal datang dengan –selalu pas– 15 iris lontong yang diguyuri jangan dodol atau sayur untuk jualan (bahasa Jawa: jangan = sayur, dodol = jualan). jangan dodol ini isinya potongan tempe yang diiris kecil-kecil, ayam, dan daging sapi. rasanya? gurih! jadi, setiap menyendok satu iris lontong dan guyuran jangan dodol, sebaiknya menggigit satu tusuk sate sapi. Rasa manis-gurih yang lahir dari sate sapi akan menempel seimbang di rongga mulut bersama dengan kuah jangan dodol yang segar dan tidak bikin eneg.

asal tahu saja, bisnis keluarga ini sudah dimulai Karyo sejak 1934. dulunya, lelaki tua ini mengusung pikulan sate sapi di kawasan Kotagede dan sekitarnya. sementara itu, sang anaknya -Prapto Hartono- menyunggi jangan dodol dan berjalan beriringan dengan Karyo. dagangannya tak pernah berubah, yaitu sate sapi dan jangan dodol. disebut jangan dodol lantaran Karyo mengolah sayur ini secara “sembarangan”, tak diambil dari buku resep mana pun, dan sayur ini khusus diolah untuk dijual. sekarang yang meneruskan adalah anaknya prapto hartono, yaitu Pipit Dwi Prasetyo.

Older Posts »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.